Masrakat Desa dan Pariwisata

 Melihat baliho besar sebuah perencanaan desa untuk membangun wisata di suatu tempat yg mana masyrakatnya masih belum bisa terbangun ekonominya secara utuh sangat rentan terjadi kecemburuan sosial antar kepala suku dan pengelola wisata.
 Keduanya bukan lagi betul2 saling mengkritik untuk membangun perdukuhan yg kondusif,tapi akan meresahkan masyrakat.
 Baliho bertulis TEMPAT WISATA itu benar adanya dan mereka mendatangkan material sebagai bentuk  perwujutan rencana mereka menjadikan perdukuhan buddagan 1 karangan luar sebagai wisata alam,dengan objek sumur tua yg tak terawat di rawa di bawah rimbunnya pohin bambu,mungkin ini nereka anggap sebagai daya tarik utama sebab telaga tersebut sekarang tak berair.
 Yang menggelisahkan kepala suku dan pihak pemerintah serta perecana ( mahasiswa lokal ) mulai berseteru,masing2 pihak mengaku mempunyai hak untuk menjaga naturalisasi tempat tersebut.
 Klaim dari tokoh masyrakat adalah wisata halal lebih di anjurkan bukan bersifat alam jarena kampung tersebut di bangun dengan sistem yg berlandaskan agama baik dari cara pandang dan berfikir,serta bermasyrakat.
 Opini yg di bangun saat ini adalah mereka mampu mengelola dan bisa menyelaraskan masyrakat dengan keadaan budaya yg masuk tanpa mengurangi norma dan etika,konsep yg di bangun menggembleng para muda kampung untuk senantiasa bisa membangun desa dengan etika.
 Secara teknis budaya yg ada jangan samai rusak  dan bisa bermanfaat secara ekinomi kemasyrakatan,sangatlah penting mereka aktif mekampanyekan budaya kerja dengan cara yg mudah di cerna,karena rata2 masyrakat awam ( akar rumput ),mana mereka tertinggal secara ekonomi,sementara pariwisata adalah bagi mereka golongan menengah keatas,himbauan yg di tangkap adalah menguntungkan secara ekonomi dan pembangunan norma sosial yg bermartabat,atau tidak merusak tatanan sosial yg telah ada.
 Infra struk yg terbangun saat ini adalah akses jalan yg menghubungkan tersebut dengan jalan raya,namun baliho yg di pasang mengagetkan banyak orang di pammpang di jalan masuk, yg di buat oleh CV yg di bentuk oleh badan desa.
 Entah maunya apa, di nilai dari eksotika tempat ini tidak punya daya tarik setelah saya amati,karna terdapat sumur tua yg mata airnya menetes dari sela2 batu namun akibat kerusakan alam sumur ini berlahan2 tak terurus,yg mulanya menjadi sumber penghidupan,kini hanya tinggal riwayat.
Dari apa yg saya tulis di atas hanya sebagian karena jika anda sempar silahkan datang bertandang sekaligus sebagai saksi rencana ini,kapan kapan saya uodate vidionya,mohin pengertiannya.

Terimakasih untuk yg sadar dan menyadari supaya menjadi maklum.
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CERITA PENGAIS SAMPAH

PESONA WISATA