Postingan

SUARA ANGIN

 Suara angin menyeka rambut menyilakkan yang paling depan terlihat mata memandang di balik daun menguning Meluapkan beribu kata di kala awan menyapa angin melepaskan segala kisah dalam dekap senja

LEBARAN

 Lebaran di buddagan pamekasan pada malam pra sholat ied membuat anak anak dan orang tua menyambut dg meriah,mereka anak anak bermain petasan dan melepas balon udara,karena di malam itu merupakan malam yg di nanti nantikan oleh.  Malam lebaran yg menjadi moment untuk berkumpul dan bertakbir dan bermain balon udara baginya tidak di sia siakan,betapa tidak para santri kecil ini mengadakan kegiatan setahun sekali.  Di belakng masjid dan mosholla menjadi arena bermain demi kemeriahan yg di rasa senang bagi anak anak dan sebagian orang tua.  Takbiran di malam itu membahana di ruang angkasa dari penjuru kampung baik mosholla ataupun masjid bunyi pengeras suara membahana dari sahutan anak anak dan orang tua.  Balon udara dari kejauhan terlihat kerlap kerlip kembang api dan balon udara dari desa sebelah,sehingga tampak menyala api yg di baw balon, berjalan mengisi ruang langit udara.  Situasi terlihat sampai pagi hari, menjelang sholat ied ( Idul fitri ) , dan masy...

Masrakat Desa dan Pariwisata

 Melihat baliho besar sebuah perencanaan desa untuk membangun wisata di suatu tempat yg mana masyrakatnya masih belum bisa terbangun ekonominya secara utuh sangat rentan terjadi kecemburuan sosial antar kepala suku dan pengelola wisata.  Keduanya bukan lagi betul2 saling mengkritik untuk membangun perdukuhan yg kondusif,tapi akan meresahkan masyrakat.  Baliho bertulis TEMPAT WISATA itu benar adanya dan mereka mendatangkan material sebagai bentuk  perwujutan rencana mereka menjadikan perdukuhan buddagan 1 karangan luar sebagai wisata alam,dengan objek sumur tua yg tak terawat di rawa di bawah rimbunnya pohin bambu,mungkin ini nereka anggap sebagai daya tarik utama sebab telaga tersebut sekarang tak berair.  Yang menggelisahkan kepala suku dan pihak pemerintah serta perecana ( mahasiswa lokal ) mulai berseteru,masing2 pihak mengaku mempunyai hak untuk menjaga naturalisasi tempat tersebut.  Klaim dari tokoh masyrakat adalah wisata halal lebih di anjurkan bukan...

Tradisi bagi bagi bingkisan.Kita sudah tau yg namanya lebaran dan itu merupakan hari raya umat islam yg di sebut hari raya idul fitri kegiatan ini di laksanakan umat islam di seluruh dunia.Idul fitri atau lebaran menjadikan kita sadar atas sesama yang strata kehidupan sosialnya jauh di bawah kita,di momen ini sebagian umat islam membagikan bingkisan lebaran yg tujuan utamanya adalah untuk bersedekah,tentu hal ini wajar di lakukan sebagai wujud sukur atas nikmat yg di berikan allah.Isinyapun bermacam macam dari sabun,minyak goreng sampai berupa kue has lebaran.Pemberian paket lebaran ini tentu di sambut positif oleh penerima sehingga ucapan terimakasih di lontarkan.Bagi seseorang yg hidupnya jauh dari cukup tentu kehadiran lebaran menjadikannya lebih bahagia. Belajar dari situ kita tak hanya berfikir bagaimana kita tak hanya menjadi penerima bingkisan tapi kita harus jauh lebih berfikir bagaimana kita bisa juga bisa membagi bagikan bingkisan lebaran yg datang satu tahun sekali.Melihat dari itu tentu memerlukan suatu upaya agar hidup lebih bermartabat dan kita sederajat dengan yg lain.Semua orang tentu tak ingin hidupnya miskin tapi karena nasib merekalah seseorang membutuhkan bantuan orang lain.Masih beruntung di negri ini masih ada orang baik sehingga yg bisa nembantu orang orang yg membutuhkanya.

PESONA WISATA

Wisata merupakan temoat kita untuk bersenang senang sekaligus temoat untuk meleoaskan kesibukan yg ada untuk menstimulasi otak agar segar kembali.  Dari sekian banyak tempat wisata terdapat pantai yg setiap harinya banyak di kunjungi oleh banyak orang yaitu PANTAI TALANG SIRING kabupaten pamekasan.   Adapun pantai ini adalah sebuah tempat bermain atau berkumpulnya orang yg mimang hanya merindukan sebuah keramaian sambil berwisata karena ongkosnya tidak terlalu banyak,sekedar bahkan sampai petugas menggartiskan. Mimang saya hanya seorang pengunjung,namun saya rasa tidak ada salahnya jika saya mengulas tentang tempat wisata yg satu ini,selain belajar untuk membagi pengalaman juga untuk bisa membantu menginformasikan empat ini bagi banyak orang./ms memetsandara261@gmail.com

CERITA PENGAIS SAMPAH

CERITA PENGAIS SAMPAH Hari menjelang sore, orang-orang bagai memiliki janji yang sama di weekend ini. Berbondong menempuh  rumah-rumah rileks, seperti toko buku, toko kelontong, toko rupa-rupa sampai tempat hiburan seperti kafe dan bar. Terutama para lelaki, mereka menghabiskan duit untuk melepaskan penat kerja satu minggunya, untuk berbincang dan minum bersama makanan kecil atau kletikan.  Tak terkecuali para pekerja pengumpul sampah kota, tak luput melepas dahaga dan melepas semerbak mereka untuk menukarnya dengan bau minuman ragi yang menusuk lubang hidung. Beberapa tukang sampah tampak berbarengan melangkah dengan kaki yang seirama berbelok memasuki pintu bar yang menyemprotkan angin sejuk di berandanya.  Wajah-wajah mereka berbeda dengan wajah mereka pada saat mengolah sampah.  Begitu juga baju-baju mereka terlihat sporti, tidak terkesan bahwa mereka adalah orang-orang berwarepack oranye di keseharian terik dan hujan. Saya yang berdiri di depan bar semenjak tadi...

poisi 1

Hujan lebat turun di hulu subuh disertai angin gemuruh yang menerbangkan mimpi yang lalu tersangkut di ranting pohon Aku terjaga dan termangu menatap rak buku-buku mendengar hujan menghajar dinding rumah kayuku. Tiba-tiba pikiran mengganti mimpi dan lalu terbayanglah wajahmu, wahai perempuan yang tergusur! Tanpa pilihan ibumu mati ketika kamu bayi dan kamu tak pernah tahu siapa ayahmu. Kamu diasuh nenekmu yang miskin di desa. Umur enam belas kamu dibawa ke kota oleh sopir taxi yang mengawinimu. Karena suka berjudi ia menambah penghasilan sebagai germo. Ia paksa kamu jadi primadona pelacurnya. Bila kamu ragu dan murung, lalu kurang setoran kamu berikan, ia memukul kamu babak belur. Tapi kemudian ia mati ditembak tentara ketika ikut demonstrasi politik sebagai demonstran bayaran. Sebagai janda yang pelacur kamu tinggal di gubuk tepi kali dibatas kota Gubernur dan para anggota DPRD menggolongkanmu sebagai tikus got yang mengganggu peradaban. Di dalam hukum positif tempatmu tidak ada. Jadi...